Jeritkan namaku, jeritkan di dalam relung yang sayup.
Jeritkan di dalam sepi yang ramai,
Jeritkan diantara gelap yang benderang.
Oh! Mungkin tak sudi terngiang nama yang merindu. Acuh.
Dari pojok dimensi yang berada, aku menusuk menatap.
Meskipun tak gamblang dan tak asah merengkuh.
Diam-diam dibalik sembunyi aku mengagumimu.
Aku dungu, kau bulan bergandeng bintang.
Aku bodoh, aku melangkah dengan lantang.
Menyapu desir nafsuku, yang menggambang sayu,
Bagai diserbu tentara seribu berbanding satu.
Telanjangi aku dengan senyummu, cumbu aku dengan tatapanmu.
Yang aku tahu ini hanya maya lalu,
Ilusi fana dari syaraf cemburu
Yang terbakar oleh api rindu.
Bibir menyangsikan kealfaan ragamu.
Kau hanya satu diantara jutaan bintang biru,
Yang berhasil mengunci laju hati meragu,
Merasuk senyap yang gaduh dalam rayu.













